Feb 1, 2017

the motherfucking 2017

ASSALAMUALAIKUM

setelah selama ini gue ingkar menulis, ternyata banyak orang menunggu-nunggu tulisan gue yang sampah ini (cuman 2 orang sebenernya, ira ama retna). yah, mungkin khalayak ramai memang ingin tahu kehidupan gue yang udah membusuk ini. kehidupan gue yang sebenernya gue lebih layak tinggal di planet merkurius karena gue layak mendapatkan kehangatan berlebih dari matahari lalu sirna menjadi abu.

ok, which part should i start?

long short story,

2016 is a very wonderful year to me, despite trump terpilih jadi presiden lol best joke of the year dan berita-berita mengenaskan di 2016 lainnya. bisa gue bilang gue hidup bahagia di 2016. akhir febuari lalu sampai juni gue ikut student exchange, dan sejujurnya banyak banget yang pengen gue ceritain sih tentang keseharian gue, tapi kan gue bukan vlogger atau penghibur lainnya jadi gue keep my daily stories in my journal ajasih karena walaupun pengalaman gue bombastis tapi penyampaian gue gabisa seru kayak "Heyyyy guyyssss, tebak gue lagi dimana niiih" and some other bullshit itulah. jadi ya gitu, intinya korea selatan dan teman traveling gue cocok dan klop. gue sedikit belajar persahabatan baru sih sama mereka, karena mereka bukan orang yang banyak bullshit sih jadi menurut gue mereka, Dafni dan Livia orang yang to the point. which is gue suka, kita banyak argumen tapi bukan berantem. argumen disini kayak jalan yang mana yang terbaik untuk pergi, terus mengutarakan kepentingan sendiri harus gimana, sharing, dsb dan mereka gak takut untuk jalan sendirian. sama kaya gue, jadi ga ada yang namanya gaenak gak nungguin, atau lo sebenernya ada kepentingan lain tapi temen lo ini gamau ditinggalin. nope, they are really independent and i like perbedaan mereka.

terus lebaran, dan gue liburan ke bali hampir 2 minggu karena bokap gue dinas ke bali. disitu lagi galau nyari tempat magang ha ha (kalo diinget2 gue dulu bingung tempat magang namun ternyata itu persoalan yang sepele sekali dibanding yang sekarang haha) oke jadi intinya, gue sempet kirim cv ke NET TV televisi masa kini ituloh, terus dipanggil interview blablabla akhirnya gue bisa magang di net. kerjaan gueeeeee.....hmmm yaa bikin-bikin aset ilustrasi, bikin konsep iklan, iklan, iklan, iklan di tv. karena gue emang bagian promo on air sih, kerjaan bikin konsep iklan mulu, trus lanjut storyboardnya trus kalo di acc yaa dikerjain deh shooting segala macemnyah. gitulah intinya, tapi hari hari gue biasa aja, seneng sih dan juga kebetulan gue ketemu executive producer yang jadi pembimbing gue juga yang, masih muda, cool abis, panutan banget jadi kaya gue ada idola baru lol dan perempuan yang super cantik jadi yah kadang gue jadi ngerasa kaya debu.... dah kelar tu

welcoming the motherfucking 2017

this is a very exiting year for me karena disinilah gue akan menempuh hubungan baru dengan semester akhir. yea. diawali dengan liburan ke medan pas tahun baru, somehow gue ga pernah exited kalo mengunjungi medan karena jujur gue takut dengan surrounding walaupun sebenernya biasa aja loh. ini kedua kalinya ke medan dan rencananya gue mau ke the legendary Toba Lake. dan akhirnya gue sempet kesana sih, well namanya juga negriku endonesah yah pemandangan sih 100 tapi yah yah you know la ya, peradaban masih minus. intinya, danau toba indah banget sih emang. sekarang gue kebingungan nyari judul tugas akhir sih jujur dan beberapa kemurungan gue akhir-akhir ini.

kadang gue mikir, selalu sih, apa gue ini sebenernya keras kepala banget? walaupun gue orangnya "yaudahlah aja" dan jujur gue emang gak emosian, gue orangnya bodo amat. the most bodo amat person sih bisa dibilang, tapi gue mikir ulang terus apa gue emang se-keras kepala itu?

dari kecil entah kenapa, gue udah merasa bahwa dunia ini gak layak ditinggalin buat diri gue. gue gak pernah sejalan dengan logika orang lain. sometimes, gue mikir gue mungkin yang bodoh kaliya. duh susah gue harus mulai darimana. oke, jadi gue selalu benci liat dunia ini jatuh, liat orang-orang jatuh karena uang uang uang uang uang. Tuhan, kenapa ada uang? ironi sih gue kalo baca cerita sejarah mengenai uang. kita, adalah makhluk. manusia, diciptakan oleh Allah SWT dan ditaro di bumi, sebuah planet yang dibuat untuk kita hidup bersama makhluk hidup yang lainnya. oke ayo masuk ke logika gue dulu, kita. manusia. hidup. di bumi. sebuah planet untuk kita tinggali. lalu. mengapa kita harus bayar untuk tinggal di bumi ini. kenapa? binatang gak bayar tuh? tapi asshole nya mereka juga dikurung-kurung buat kita bayar untuk lihat mereka....wtf? i just....kadang gue mikir, mungkin gue iblis kali ya atau makhluk halus...sepelit itu kah gue sampe ga pernah rela untuk bayar supaya bisa tinggal di bumi ini. Oke, jadi salah fokus sih ini sebenernya. tapi inti problem gue ada ini. ini akarnya. semua gara-gara duit. gue dilahirkan dari keluarga sederhana, menengah, Alhamdulillah semua keperluan hidup gue masih tercukupi sampai sekarang. tapi untuk ke depannya gue yang hanyalah kuli seni ini mau hidup gimana.

sejujurnya, gue yakin dengan diri gue sendiri. tapi kenapa yang namanya hidup ya, tekanan itu datang dari luar. mereka mulai bertanya gimana hidup gue nantinya kalo gue gak mapan? loh, berarti ekspektasi kalian gue adalah gelandangan bergelar S1? i have a wonderful person with me now yang sama sama lagi berjuang dengan hidupnya terus mereka memiliki low expectation terhadap keduanya. kenapa?

di keluarga emang gue paling beda, cuma gue yang kuliah ini. dan emang dulu gue ngotot sih kuliah ini sampe akhirnya datengin psikolog ke rumah. dan gue emang ga ada bibit bibit jadi dokter atau jadi pengacara atau jadi engineer atau yah pokoknya yang dari ngomong jurusannya aja udah 'woh sukses mantap'. tapi berangkat dari situ apakah orang gak lihat alasan gue ambil jalur hidup ini? kalo orientasi hidup gue adalah uang, mending gue bunuh diri sekarang karena gue gagal. orientasi hidup gue itu cinta, passion, happiness. gue suka berkarya, tapi memang dunia ini memiliki banyak juta jiwa yang gak semua suka dengan hal itu. tapi kenapa dari orang terdekat adanya? mereka bilang cinta itu gak ada. yang ada hanya tanggung jawab.

gue bingung.

lalu apa yang mereka bilang kita harus mencintai Allah SWT dan rasulnya?
lalu apa yang mereka bilang cinta kepada negri yang penuh bullshit ini?
lalu apa yang mereka bilang cinta kepada orang tua dan sanak saudara?

gue bingung lagi,

lalu kenapa gue bisa ada kalo bukan karena cinta?

No comments: