Apr 19, 2017

Kartini?

sebentar lagi hari Kartini dan yang ada di pikiran gue adalah, sosok yang inspiratif. entah mungkin kontroversial menurut beberapa orang dimana sosok Kartini sudah tidak bisa lagi dijadikan acuan hidup wanita modern saat ini. karena dia hanya bisa berjuang lewat pendidikan, bukan jalan hidupnya juga yang mengalah untuk dinikahi orang yang sudah beristri. kontroversi juga mengatakan kenapa harus Kartini? mengapa harus seorang perempuan dari tanah Jawa yang dimana pahlawan wanita lain juga ada toh yang gak cuman eksis di peperangan tapi juga mendirikan sekolah. Kartini seolah tak patut dijadikan contoh karena masih kurang usahanya. begitu?

gue tidak memungkiri kalo memang masih banyak pahlawan wanita di Indonesia dari sabang sampai merauke ini yang sangat luas dan sangat beragam untuk dijadikan contoh lain. toh kamu sendiri kenapa taunya cuma Kartini? menurut gue sih Kartini tetap menginspirasi, tapi gue juga gak lupa sama pahlawan wanita lainnya.

kadang gue berpikir (hampir selalu sih), kenapa gue dilahirkan jadi seorang perempuan? atau ini 2017 hey, kenapa gue berasa hidup di era 1945? atau kenapa orang lain selalu menuntut ini itu kepada kaum wanita namun mereka tak menghargai dengan semestinya?

kadang gue berharap untuk bukan menjadi seorang wanita,

enak ya hidup sebagai pria? kalo banyak temen dibilang gaul, ngerokok dibilang jantan, ngobat dibilang kuat, playboy dibilang hebat, ngehamilin anak orang gak pernah dianggep "wah bajingan itu laki-lakinya", kagak belajar disekolah bandel dibilang yah namanya juga anak laki, kuliah gak beres dibilang ya biasalah laki-laki kan pejuang, pulang malem dibilang biasalah main aja.

lantas coba pikir sendiri kalo stigma ini kita suguhkan dengan tema wanita :)

wah kebanyakan temen dia, ah wanita gampangan, ngerokok dibilang ga bener, ngobat dibilang HANCURLAH MASA DEPANNYA, gonta ganti cowok dibilang pelacurlah dia, kalo kecolongan hamil wah ini dia....tahu kan jawabannya? lanjut lagi, wah di sekolah gak pinter dia, pasti dibilang idih cantik cantik bego hahaha, kuliah gak beres dibilang kebanyakan sampingannya tuh yang penting bisa dandan aja, pulang malem dibilang wanita malam :)

what a very nice society i'm living in!

saya tidak tahu bagaimana cara menyudahi artikel ini, karena saya sendiri adalah seorang perempuan yang masuk ke stigma tersebut. umur udah 22, kalo gak kawin cepet-cepet gue bakal jadi perawan tua haha mana ada yang mau sama perawan tua. atau, hah ngapain sekolah tinggi-tinggi S2 kalo ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga?

LOL

tapi gue maklum, mungkin Indonesia masih perlu waktu 3,5 abad lagi untuk pulih dari belenggu perspektif masyarakat ini. sama temponya ketika kita masih dijajah dahulu.


Selamat Hari Kartini guys, gue harap wanita diluar sana masih punya harapan.

Mar 20, 2017

it's been a hard time for me

dan keadaan ini masih tetap berlangsung,

sampai aku tidak tahu kapan.

Feb 1, 2017

the motherfucking 2017

ASSALAMUALAIKUM

setelah selama ini gue ingkar menulis, ternyata banyak orang menunggu-nunggu tulisan gue yang sampah ini (cuman 2 orang sebenernya, ira ama retna). yah, mungkin khalayak ramai memang ingin tahu kehidupan gue yang udah membusuk ini. kehidupan gue yang sebenernya gue lebih layak tinggal di planet merkurius karena gue layak mendapatkan kehangatan berlebih dari matahari lalu sirna menjadi abu.

ok, which part should i start?

long short story,

2016 is a very wonderful year to me, despite trump terpilih jadi presiden lol best joke of the year dan berita-berita mengenaskan di 2016 lainnya. bisa gue bilang gue hidup bahagia di 2016. akhir febuari lalu sampai juni gue ikut student exchange, dan sejujurnya banyak banget yang pengen gue ceritain sih tentang keseharian gue, tapi kan gue bukan vlogger atau penghibur lainnya jadi gue keep my daily stories in my journal ajasih karena walaupun pengalaman gue bombastis tapi penyampaian gue gabisa seru kayak "Heyyyy guyyssss, tebak gue lagi dimana niiih" and some other bullshit itulah. jadi ya gitu, intinya korea selatan dan teman traveling gue cocok dan klop. gue sedikit belajar persahabatan baru sih sama mereka, karena mereka bukan orang yang banyak bullshit sih jadi menurut gue mereka, Dafni dan Livia orang yang to the point. which is gue suka, kita banyak argumen tapi bukan berantem. argumen disini kayak jalan yang mana yang terbaik untuk pergi, terus mengutarakan kepentingan sendiri harus gimana, sharing, dsb dan mereka gak takut untuk jalan sendirian. sama kaya gue, jadi ga ada yang namanya gaenak gak nungguin, atau lo sebenernya ada kepentingan lain tapi temen lo ini gamau ditinggalin. nope, they are really independent and i like perbedaan mereka.

terus lebaran, dan gue liburan ke bali hampir 2 minggu karena bokap gue dinas ke bali. disitu lagi galau nyari tempat magang ha ha (kalo diinget2 gue dulu bingung tempat magang namun ternyata itu persoalan yang sepele sekali dibanding yang sekarang haha) oke jadi intinya, gue sempet kirim cv ke NET TV televisi masa kini ituloh, terus dipanggil interview blablabla akhirnya gue bisa magang di net. kerjaan gueeeeee.....hmmm yaa bikin-bikin aset ilustrasi, bikin konsep iklan, iklan, iklan, iklan di tv. karena gue emang bagian promo on air sih, kerjaan bikin konsep iklan mulu, trus lanjut storyboardnya trus kalo di acc yaa dikerjain deh shooting segala macemnyah. gitulah intinya, tapi hari hari gue biasa aja, seneng sih dan juga kebetulan gue ketemu executive producer yang jadi pembimbing gue juga yang, masih muda, cool abis, panutan banget jadi kaya gue ada idola baru lol dan perempuan yang super cantik jadi yah kadang gue jadi ngerasa kaya debu.... dah kelar tu

welcoming the motherfucking 2017

this is a very exiting year for me karena disinilah gue akan menempuh hubungan baru dengan semester akhir. yea. diawali dengan liburan ke medan pas tahun baru, somehow gue ga pernah exited kalo mengunjungi medan karena jujur gue takut dengan surrounding walaupun sebenernya biasa aja loh. ini kedua kalinya ke medan dan rencananya gue mau ke the legendary Toba Lake. dan akhirnya gue sempet kesana sih, well namanya juga negriku endonesah yah pemandangan sih 100 tapi yah yah you know la ya, peradaban masih minus. intinya, danau toba indah banget sih emang. sekarang gue kebingungan nyari judul tugas akhir sih jujur dan beberapa kemurungan gue akhir-akhir ini.

kadang gue mikir, selalu sih, apa gue ini sebenernya keras kepala banget? walaupun gue orangnya "yaudahlah aja" dan jujur gue emang gak emosian, gue orangnya bodo amat. the most bodo amat person sih bisa dibilang, tapi gue mikir ulang terus apa gue emang se-keras kepala itu?

dari kecil entah kenapa, gue udah merasa bahwa dunia ini gak layak ditinggalin buat diri gue. gue gak pernah sejalan dengan logika orang lain. sometimes, gue mikir gue mungkin yang bodoh kaliya. duh susah gue harus mulai darimana. oke, jadi gue selalu benci liat dunia ini jatuh, liat orang-orang jatuh karena uang uang uang uang uang. Tuhan, kenapa ada uang? ironi sih gue kalo baca cerita sejarah mengenai uang. kita, adalah makhluk. manusia, diciptakan oleh Allah SWT dan ditaro di bumi, sebuah planet yang dibuat untuk kita hidup bersama makhluk hidup yang lainnya. oke ayo masuk ke logika gue dulu, kita. manusia. hidup. di bumi. sebuah planet untuk kita tinggali. lalu. mengapa kita harus bayar untuk tinggal di bumi ini. kenapa? binatang gak bayar tuh? tapi asshole nya mereka juga dikurung-kurung buat kita bayar untuk lihat mereka....wtf? i just....kadang gue mikir, mungkin gue iblis kali ya atau makhluk halus...sepelit itu kah gue sampe ga pernah rela untuk bayar supaya bisa tinggal di bumi ini. Oke, jadi salah fokus sih ini sebenernya. tapi inti problem gue ada ini. ini akarnya. semua gara-gara duit. gue dilahirkan dari keluarga sederhana, menengah, Alhamdulillah semua keperluan hidup gue masih tercukupi sampai sekarang. tapi untuk ke depannya gue yang hanyalah kuli seni ini mau hidup gimana.

sejujurnya, gue yakin dengan diri gue sendiri. tapi kenapa yang namanya hidup ya, tekanan itu datang dari luar. mereka mulai bertanya gimana hidup gue nantinya kalo gue gak mapan? loh, berarti ekspektasi kalian gue adalah gelandangan bergelar S1? i have a wonderful person with me now yang sama sama lagi berjuang dengan hidupnya terus mereka memiliki low expectation terhadap keduanya. kenapa?

di keluarga emang gue paling beda, cuma gue yang kuliah ini. dan emang dulu gue ngotot sih kuliah ini sampe akhirnya datengin psikolog ke rumah. dan gue emang ga ada bibit bibit jadi dokter atau jadi pengacara atau jadi engineer atau yah pokoknya yang dari ngomong jurusannya aja udah 'woh sukses mantap'. tapi berangkat dari situ apakah orang gak lihat alasan gue ambil jalur hidup ini? kalo orientasi hidup gue adalah uang, mending gue bunuh diri sekarang karena gue gagal. orientasi hidup gue itu cinta, passion, happiness. gue suka berkarya, tapi memang dunia ini memiliki banyak juta jiwa yang gak semua suka dengan hal itu. tapi kenapa dari orang terdekat adanya? mereka bilang cinta itu gak ada. yang ada hanya tanggung jawab.

gue bingung.

lalu apa yang mereka bilang kita harus mencintai Allah SWT dan rasulnya?
lalu apa yang mereka bilang cinta kepada negri yang penuh bullshit ini?
lalu apa yang mereka bilang cinta kepada orang tua dan sanak saudara?

gue bingung lagi,

lalu kenapa gue bisa ada kalo bukan karena cinta?

Nov 8, 2015

you know, I'm still alive today

Kalo dibilang kehidupan di media sosial gue udah cukup sirna, ya memang betul sih. Bahkan buat ngescroll timeline aja jarang. Kenapa? Karena udah capek. Tapi kali ini gue gak ingin berbicara mengenai hal itu, tapi lebih ke kesibukan gue yang tiada akhir. Yap, bener banget sama tulisan diary gue dibawah-bawah yang pernah menuliskan bahwa semester 4 itu capek tapi bakal berlalu dan bakal ditindas dengan kenyataan di semester 5 yang cukup membuat gue sedikit goyah.

Dimulai dari minggu awal-awal kuliah semester 5 yang ternyata "sedikit" yah tugasnya hehehehe fuck yeah, it's true. Namun, tugas sedikit bukan berarti sedikit juga mengerjakannya. I'm in an unstoppable wheel right now. Nugas pagi, kelas siang, lanjut nugas malem, dan seterusnya. Istirahat hanya lu dapetin di hari Sabtu Minggu ketika keluarga lo ngajak refreshing jalan-jalan dan lo seneng tapi lo lupa badan lo itu rasanya kaya es remuk gitu dan rasanya kaya hamster karena badan lo berasa menggigil gemetaran walaupun lo gak demam. Yap, lo berada di tahap kelelahan namun lo tetap naik di sepeda roda satu itu dan terus berjalan. Tapi, badai pasti berlalu bukan?

So, gue punya pengalaman yang cukup unforgettable sekali diantara minggu minggu semester 5 ku ini. Yaitu ketika kelompok mata kuliah New Media gue akan memulai nugas bersama di salah satu mall di BSD deket rumah gue. Kami niat pergi kesana setelah kelas yang selesainya jam 5 sore. Oiya, ketika itu hari Rabu, tanggal 4 November 2015. Sepulang kampus, gue yang sedang tidak membawa kendaraan ikut di mobil temen sekelompok gue yaitu Dzulfiqar, dan dua temen kelompok gue yang lainnya yaitu Maya dan Irfansyah pergi kesana naik mobil Irfansyah. Lalu on the way lah kami, gue dan Fiqar berinisiatif untuk ngambil laptop Fiqar dulu di rumah dia, berhubung masih di BSD juga rumahnya. Maya dan Irfan sudah lebih dulu menuju mall tersebut. Lalu belum juga nyampe rumah Fiqar, Maya nelfon gue dan bertanya "nad, fiq punya tow cable gak?" wtf gue mana paham benda macam apa itu. Namun akhirnya diberi penjelasan lebih lanjut yang menyatakan bahwa mobil Irfan mogok :) dan perlu diderek :) nice kan :) namun kami tak berkecil hati, gue dan Fiqar tetep optimis ambil laptop dan bergegas menyusul mereka yang sedang kesulitan berada di seberang McD Sunburst BSD.

Yap dan benar sekali saudara saudara, mobil sedan putih Irfan sedang terpampang nyata di pinggir jalan. Gue dan Fiqar akhirnya memutuskan untuk parkir di McD dan nyebrang ke pinggir jalan untuk melihat keadaan mereka yang cukup pasrah. Irfan waktu itu sedang nelfon orang derek mobil dan sepertinya memakan biaya yang hampir cukup untuk beli peralatan sablon fancy kami. Tapi ya mau gimana, mobil tetap harus diderek sehingga karena kami tak ada kerjaan juga selain harus berdiskusi tentang tugas New Media yang harusnya bikin interactive infographic akhirnya kamipun masuk dan berdiskusi tentang tugas kami di mobil yang mogok tersebut :) Sungguh pengalaman yang takkan terlupakan, dari mulai bungkus McD makan di mobil, main game, dan akhirnya sketsa tugas kami lakukan di mobil sampai kira-kira jam setengah 9 malem mobil derek datang. Pada saat itulah kami berpisah, Maya dan Irfan mulai masuk ke dalam pawai pribadinya alias duduk di dalem mobil yang mogok sambil diangkut mobil derek. Gue dan Fiqar balik ke home. Begitulah kira-kira, dan tak lupa keesokan paginya gue dan beberapa gabungan kelompok lain harus capcus ke Pacific Place buat survey ke @ America dan harusnya liat interactive display mereka namun MEREKA BUKA JAM 1 WTF BRO padahal gue berangkat dari rumah dari jam 6.45 hiks dan mobil Fiqar juga sempet mogok mogok di pagi hari :):):) veri veri tidak meyakinkan yang akhirnya balik ke rumah gue, buat tukeran mobil saja.

Yah begitulah kurang lebih keanehan minggu ini, semoga seterusnya takkan ada halangan lagi. Amiinn